-->

Iklan-atas-was-info1

Cara Penggunaan Media Sosial yang aman

Sebagian besar pengguna internet memiliki akun media sosial, dengan menggunakan media sosial para pengguna dapat terhubung secara virtual dengan menggunakan fasilitas chatting maupun video call.

Cara penggunaan media sosial yang aman menjadi penting tatkala seseorang sudah sangat ketergantungan, misalnya saja seseorang yang memiliki online shop (Toko Online) maka penggunaan media sosial menjadi sesuatu sangat strategis sebagai media berpromosi.

Selain untuk online shop, kini hampir seluruh anak dan remaja Indonesia menggunakan media sosial dalam beraktifitas secara virtual. Sayangnya banyak dari anak-anak dan remaja masih belum tahu cara penggunaan media sosial yang aman sehingga sering menjadi korban kejahatan di dunia maya.

Kejahatan yang sangat sering terjadi adalah penipuan, bulying, dan juga terror yang menyebabkan psikis anak dapat terganggu. Dengan mengetahui cara penggunaan media sosial yang aman maka kemungkinan buruk seperti diatas bisa di hindari, minimal dapat mengurangi resiko kejahatan melalui media sosial diatas.

Baca juga: Ciri-ciri berita hoax di Facebook

Sebenarnya media sosial memiliki peran positif dalam meningkatkan konektivitas, namun penyalahgunaan media sosial juga dapat menimbulkan dampak negatif. Dampak negatif yang dapat di timbulkan adalah kecanduan, penipuan, buly dan dapat juga menimbulkan kekerasan pada anak.

Cara Penggunaan Media Sosial yang aman
 

Berikut cara penggunaan media sosial yang aman untuk menghindari hal buruk terjadi pada anak dan remaja.

1. Pikirkan dulu sebelum kamu posting (mengirimkan) sesuatu

Hal-hal yang menurut kamu lucu bisa jadi menyakitkan bagi orang lain.

Pikirkan baik-baik sebelum kamu mengirim (posting) sesuatu. Jangan buru-buru menekan tombol ‘kirim’, disaat kamu sedang memiliki masalah dengan orang lain, misalnya kamu sedang marah atau kesal karena postingan kamu bisa saja menyinggung perasaan orang lain.

Begitu kamu memposting sebuah kalimat pesan, foto, atau video maka akan sulit untuk mengontrol apa yang terjadi selanjutnya. Menghapus postinganmu juga tidak akan menyelesaikan masalah karena walaupun sudah dihapus postinganmu tadi masih tersimpan di server media sosial tersebut dan akan meninggalkan jejak digital.

Yang perlu di ingat adalah kamu memiliki hak atas privasi, demikian juga dengan orang lain. Kita tidak diperbolehkan untuk masuk dan menggunakan akun orang lain tanpa ijin dari yang punya akun. Kita juga tidak diperbolehkan menggunakan alat komunikasi seperti tablet, ponsel orang lain tanpa izin.


2. Pikirkan baik-baik sebelum menerima sebuah permintaan pertemanan

Sebelum menerima pertemanan harus cek dulu profil orang yang mengirimkan permintaan pertemanan kepada kamu dan cari tahu siapa mereka. Dan perlu di ingat bahwa bisa saja seseorang menggunakan nama, alamat dan foto palsu, dan terkadang sulit untuk mengetahui apakah mereka berkata jujur atau tidak.

Cari tahu lebih banyak tentang orang yang mengajak pertemanan dengan cara browse foto-foto orang tersebut, jika banyak foto-foto yang sifatnya alami dan konsisten maka bisa dimungkinkan bahwa orang tersebut adalah orang yang bisa dipertanggungjawabkan dalam hal pertemanan di media sosial.

Berikutnya adalah apakah kamu memiliki teman yang sama? Apakah kamu berasal dari daerah yang sama? Jangan merasa terbebani untuk menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal.

Periksa kembali pengaturan privasi kamu, atur informasi mana yang boleh diketahui orang lain dan mana yang tidak boleh diketahui orang lain dan kamu anggap sebagai privasi.


3. Periksa kembali informasi yang ingin kamu bagikan untuk orang lain

Sebaiknya kamu atur privasi akun media sosialmu untuk mengontrol siapa saja yang dapat melihat profil kamu, seperti foto-foto dan informasi tentang kamu.

Pikirkan kembali apa yang ingin kamu bagikan dengan orang lain. Jangan membagikan informasi yang bersifat pribadi, seperti nomor telephone, alamat rumah atau sekolah, nama orang tua atau saudara, data bank, dan data lain yang bersifat pribadi. Informasi-informasi yang bersifat pribadi biasanya mudah untuk disalah gunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.


4. Lakukan penggantian sandi secara berkala

Pastikan kamu tidak pernah membagikan kata sandimu kepada siapapun, jika kata sandi kamu telah diketahui oleh orang lain secara sengaja maupun tidak sengaja maka segera lakukan penggantian kata sandi baru agar tidak disalah gunakan.

Jangan mencatat kata sandi dibuku, atau alat lain yang mudah diketahui orang lain

Jangan menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, nama orang tua, nama pacar, dan sesuatu yang mengarah pada identitas kamu.

Gunakan fasilitas verifikasi 2 langkah untuk mengakses akun kamu, seperti misalnya ketika akan membuka akun media sosial kamu maka harus verifikasi ke nomor ponsel atau email.


5. Waspada dengan pesan dan link yang mencurigakan atau hal-hal yang dirasa aneh

Pesan dan link yang aneh biasanya tidak masuk akal, seperti link gambar porno, video porno, dan informasi menjebak yang kelihatan sangat menarik.

Informasi menjebak biasanya ditampilkan dalam bentuk link yang menarik seperti hadiah dari suatu produk, menang undian, gratis kuota dari salah satu provider telekomunikasi padahal kamu tidak pernah membeli atau menggunakan produk tersebut.

Link menarik seperti diatas biasanya dikemas dalam sebuah website palsu yang bertujuan untuk mendapatkan informasi pribadi seseorang yang terjebak. Website palsu tersebut biasanya hanya untuk phising (memancing) korban sehingga mau memberikan data-data pribadi yang bisa disalah gunakan untuk berbagai kepentingan.


6. Saring sebelum sharing

Di media sosial banyak tersebar informasi palsu (HOAX) dari sumber yang tidak jelas, misalnya informasi tentang demonstrasi, kejadian aneh disuatu tempat (wilayah), lowongan kerja, beasiswa, dan juga berita-berita yang sumbernya tidak jelas.

Jangan ikut-ikutan sharing hal-hal yang tidak jelas sumbernya (HOAX). Pastikan sumber informasi yang akan kamu share adalah kredibel dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sumber yang bisa dipertanggungjawabkan misalnya lowongan kerja harus bersumber dari website resmi perusahaan tersebut, atau paling tidak berasal dari pegawai/ karyawan perusahaan tersebut.

Misalnya informasi beasiswa harus bersumber dari website resmi pemberi beasiswa tersebut. jika beasiswa dari lembaga pendidikan atau pemerintah maka sumbernya harus dari website pemerintah (go.id) atau ac.id untuk lembaga pendidikan tinggi (PT/ Universitas).

Baca juga: Cara menangkal berita hoax di internet dan medsos

Dengan mengetahui cara cara penggunaan media sosial yang aman seperti diatas maka dapat meminimalisir terjadinya korban kejahatan internet, khususnya yang disebabkan dari penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.

Semoga bermanfaat…

0 Response to "Cara Penggunaan Media Sosial yang aman"

Post a Comment

Iklan-link-was-info

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel