Iklan-atas-was-info1

Pengertian Flipped Classroom dan cara menerapkan dalam pembelajaran

Pengertian Flipped Classroom dan cara menerapkan dalam pembelajaran


Flipped Classroom jika diterjemahkan kedalam bahasa indonesia memiliki arti “Kelas terbalik” adalah strategi pembelajaran dan jenis blended learning yang membalikkan lingkungan belajar tradisional dengan memberikan materi pembelajaran sebelum pertemuan/ tatap muka dikelas, pemberian materi pembelajaran ini biasanya dilakukan secara online di luar kelas. Kegiatan memberikan materi pembelajaran sebelum tatap muka (pertemuan) dikelas secara tradisional dianggap sebagai pekerjaan rumah, ke dalam kelas. Di Flipped Classroom (kelas terbalik), siswa menonton materi belajar secara online, berkolaborasi dalam diskusi online, atau melakukan problem solved di rumah sambil terlibat dalam konsep-konsep di kelas dengan bimbingan seorang guru/pengajar.

Baca: Flipped Learning solusi pembelajaran era 4.0

Dalam model pembelajaran tradisional di kelas, guru biasanya menjadi fokus utama dari pelajaran dan pemberi dan penyebar informasi utama selama pertemuan di kelas. Guru akan menjawab pertanyaan siswa, sementara siswa tunduk langsung kepada guru untuk bimbingan dan umpan balik. Di kelas dengan gaya pengajaran tradisional, pelajaran individu dapat difokuskan pada penjelasan konten menggunakan gaya kuliah. Keterlibatan siswa dalam model tradisional mungkin terbatas pada kegiatan di mana siswa bekerja secara mandiri atau dalam kelompok kecil pada tugas aplikasi yang dirancang oleh guru. 

Diskusi di kelas biasanya berpusat pada guru yang mengontrol alur jalanya diskusi. Biasanya pola pembelajaran seperti ini juga melibatkan siswa dengan memberi tugas membaca dari buku teks atau mempraktekkan konsep dengan mengerjakan setiap permasalahan di luar sekolah

Baca: Panduan Google Classroom untuk Guru

Flipped Classroom (kelas terbalik) merupakan metode pembelajaran dengan cara membalikkan siklus khas pembelajaran, yaitu materi pembelajaran disampaikan sebelum pertemuan/tatap muka dikelas dengan cara menyuruh siswa untuk menonton materi pembelajaran yang diberikan secara online. Pada saat pertemuan dikelas, siswa tinggal mendiskusikan materi yang telah ditonton sebelumnya sehingga: 
  • siswa memperoleh pengetahuan yang diperlukan sebelum pertemuan di kelas 
  • guru/instruktur membimbing siswa untuk secara aktif dan interaktif menjelaskan dan menerapkan pengetahuan itu selama tatap muka/ pertemuan di kelas. 

Seperti Flipped Classroom (kelas terbaik) yang selalu dilakukan, pendekatan ini mendukung guru/instruktur memainkan peran penting untuk membimbing siswa mereka supaya berpikir lebih dalam dan aplikasi tingkat yang lebih tinggi. Flipped Classroom (Kelas terbalik) membuat siswa belajar lebih dalam saat pertemuan di kelas nyata. 

Apa tujuan dan alasan guru menggunakan Flipped Classroom? 

Siswa belajar lebih dalam. 

Sebagai hasil dari siswa yang mengambil tanggung jawab, berinteraksi secara bermakna dan sering dengan instruktur dan teman sebaya mereka, dan mendapatkan serta memberikan umpan balik yang sering, mereka memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang konten dan cara menggunakannya. 

Siswa adalah peserta yang lebih aktif dalam belajar. 

Peran siswa bergeser dari penerima pasif ke konstruktor pengetahuan aktif, memberi mereka kesempatan untuk berlatih menggunakan alat intelektual dari disiplin tersebut. 

Interaksi siswa meningkat dan siswa dapat belajar dengan siswa lainya. 

Siswa bekerja bersama menerapkan konsep belajar dengan bimbingan dari guru/instruktur. Peningkatan interaksi ini membantu menciptakan komunitas pembelajaran yang mendorong mereka untuk membangun pengetahuan bersama di dalam dan di luar kelas. 

Guru/Instruktur dan siswa mendapat lebih banyak umpan balik. 

Dengan lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan mereka dan karena itu menunjukkan kemampuan mereka untuk menggunakannya, kesenjangan dalam pemahaman mereka menjadi terlihat oleh diri mereka sendiri dan guru/instruktur. 

Bagaimana cara menggunakan Flipped Classroom? 

Untuk menggunakan Flipped Classroom, guru dapat membuat video pembelajaran singkat kemudian di upload di media sosial, youtube, website, blog, dll. (Baca: Daftar LMS terbaik untuk sekolah) Kemudian siswa diberi tugas untuk menonton dengan cara mendownload video tersebut atau menontonya secara online. Diakhir video siswa diberikan topik dan pertanyaan tentang materi pembelajaran tersebut untuk mendiskusikan dengan temanya di kelas pada pertemuan yang akan datang. Dalam diskusi materi belajar yang telah ditonton siswa, guru hanya sebagai fasilitator dalam kegiatan diskusi tersebut. 

0 Response to "Pengertian Flipped Classroom dan cara menerapkan dalam pembelajaran"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel Link-was-info

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel