Iklan-header

Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)

Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning) – Kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) di sekolah merupakan kunci suskses pendidikan di sekolah. Dalam kegiatan pembelajaran ini, guru merupakan aktor yang mampu menghidupkan suasana belajar. Guru harus mampu memilih dan menentukan Model Pembelajaran yang sesuai. Model pembelajaran akan mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan digunakan, termasuk di dalamnya mencakup tujuan pembelajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pengelolaan kelas.

Model Pembelajaran Penemuan - Discovery Learning
Guna memperkuat pendekatan saintifik, pendekatan rekayasa dan teknologi serta mendorong kemampuan peserta didik menghasilkan karya nyata, baik individual maupun kelompok, maka dapat diterapkan strategi pembelajaran menggunakan model-model pembelajaran penyingkapan (inquiry learning), pembelajaran penemuan (discovery learning) dan pendekatan pembelajaran berbasis hasil karya yang meliputi pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning),pelatihan berbasis produk (production-based training), dan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) serta teaching factorysesuai dengan karakteristik pendidikan menengah kejuruan. Baca: Jenis dan Sintak Model Pembelajaran

Model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) merupakan model pembelajaran dengan memahami konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan (Budiningsih, 2005:43).

Discovery terjadi bila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa hukum, konsep dan prinsip, melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dan inferi (pengambilan keputusan/kesimpulan). Proses demikian disebut cognitive process sedangkan discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind (Robert B. Sund dalam Malik, 2001:219).

Sebagai contoh penerapan model ini melalui strategi deduktif dimana peserta didik diberikan tugas untuk menentukan rumus luas lingkaran melalui permainan kertas berbentuk lingkaran yang dibagi dalam n sektor yang sama besar, kemudian menyusunnya sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti persegi panjang dan rumus keliling sudah diketahui sebelumnya. Dari permainan kertas tersebut peserta didik dapat menemukan bahwa luas lingkaran adalah ...

Tujuan pembelajaran model Discovery Learning

  • Meningkatkan kesempatan peserta didik (siswa) terlibat aktif dalam pembelajaran;
  • Peserta didik (siswa) belajar menemukan pola dalam situasi konkret maupun abstrak;
  • Peserta didik (siswa) belajar merumuskan strategi tanya jawab yang tidak rancu dan memperoleh informasi yang bermanfaat dalam menemukan;
  • Membantu peserta didik (siswa) membentuk cara kerja bersama yang efektif, saling membagi informasi, serta mendengarkan dan menggunakan ide-ide orang lain;
  • Meningkatkan keterampilan konsep dan prinsip peserta didik yang lebih bermakna;
  • Dapat mentransfer keterampilan yang dibentuk dalam situasi belajar penemuan ke dalam aktivitas situasi belajar yang baru.

Sintak model Discovery Learning

  • Pemberian rangsangan (Stimulation);
  • Pernyataan/Identifikasi masalah (Problemstatement);
  • Pengumpulan data (Data collection);
  • Pembuktian (Verification), dan
  • Menarik simpulan/generalisasi (Generalization).

0 Response to "Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)"

Post a Comment

Recent Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel