Iklan-atas-was-info1

Sintak Model Blended Learning

Blended learning merupakan mode pembelajaran campuran yang terdiri pembelajaran di kelas kelas secara face-to-face dan pembelajaran mandiri secara online menggunakan perangkat lunak elearning. Blended learning merupakan jenis metode pembelajaran campuran yang menggabungkan kegiatan pembelajaran yang melibatkan guru, internet, gambar, video, tugas digital dan diskusi tatap muka.

Baca juga: Pengertian dan contoh pembelajaran Blended Learning

Belajar yang mengikuti model blended learning sering dilakukan di ruang kelas dengan tutor khusus, tetapi menawarkan kesempatan belajar tambahan melalui platform digital. Elemen pembelajaran digital terbuka untuk setiap siswa dan biasanya dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui jaringan internet. Pembelajaran model ini dianggap sangat efektif karena interaksi guru dan siswa tidak terbatas ruang dan waktu dan dapat dilaksanakan kapan saja. Sintak model pembelajaran blended learning dapat dilihat seperti tabel dibawah ini:

Sintak Model Blended Learning


Sintak Model Blended Learning

Sintak
Peran Guru
1
2
Fase: seeking of information
Pencarian informasi Pembelajaran dari berbagai sumber informasi yang tersedia  di TIK (online), buku, maupun penyampaian/ pendemonstrasian fenomena empirik sains melalui  face to face  di kelas
Guru menyampaikan kompetensi dan tujuan pembelajaran untuk menginisiasi kesiapan belajar siswa sekaligus mempersiapkan siswa dalam proses eksplorasi konsep sains yang relevan melalui kegiatan pembelajaran tatap muka (face to face) di kelas maupun pembelajaran dengan suplemen TIK (online). Kegiatan eksplorasi konsep dapat dilakukan secara individual maupun kelompok

Guru memfasilitasi, membantu, dan mengawasi siswa dalam proses eksplorasi konsep belajar, sehingga informasi yang diperoleh tetap relevan dengan topik pembelajaran yang sedang dibahas, serta diyakini validitas/reliabilitas dan akuntabilitas akademiknya.
Fase: acquisition of information
Menginterprestasi dan mengelaborasi informasi secara personal maupun kelompok
Guru membimbing siswa mengerjakan Jobsheet dalam kerja kelompok untuk menginventarisasi informasi, menginterpretasi dan mengelaborasi konsep pembelajaran menuju pemahaman terhadap topik Pembelajaran yang sedang dipelajari.

Guru mengkonfrontasi  ide atau gagasan yang telah ada dalam pikiran siswa dengan hasil interprestasi informasi/pengetahuan dari berbagai sumber yang tersedia.

Guru mendorong dan memfasilitasi siswa untuk mengkomunikasikan hasil interprestasi dan elaborasi ide-ide sains secara tatap muka (face to face) maupun  menggunakan fasilitas TIK (online), secara kelompok maupun personal.

Guru men-scaffolding siswa dalam mengerjakan soal-soal pembelajaran baik secara personal maupun dalam kelompok

Guru menugaskan siswa untuk mengelaborasi penguasaan konsep pembelajaran melalui pemberian soal-soal pembelajaran yang bersifat terbuka dan kaya (open-rich problem)
Fase: synthesizing of knowledge
Merekonstruksi pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi bertolak dari hasil analisis, diskusi dan perumusan kesimpulan dari informasi yang diperoleh
Guru menjustifikasi hasil eksplorasi dan akuisasi konsep sains secara akademik, dan bersama-sama siswa menyimpulkan konsep pembelajaran yang dibelajarkan.

Guru membantu siswa mensintesis pengetahuan dalam struktur kognitifnya

Guru mendampingi siswa dalam mengkonstruksi/merekonstruksi konsep pembelajaran melalui proses akomodasi dan asimilasi  bertolak dari hasil analisis, diskusi dan perumusan kesimpulan terhadap informasi pembelajaran yang diajarkan


Keuntungan pengintegrasian TIK dalam Pembelajaran
  1. Dengan dukungan TIK siswa lebih termotivasi dalam belajar
  2. Aktivitas dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran lebih tinggi karena menggunakan TIK lebih interaktif dan menantang
  3. TIK menyediakan sumber informasi yang sangat luas dan up to date
  4. Siswa dapat memvisualisasikan model pembelajaran yang kompleks sehingga lebih mudah dalam memahami materi pelajaran
  5. Materi pembelajaran dapat diakses berulang-ulang
  6. Proses belajar tidak terbatas ruang dan waktu, karena dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja
  7. TIK dapat menampilkan rancangan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif dan inovatif.

Hal tersebut banyak didukung oleh beberapa hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas pemanfaatan TIK dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Pengintegrasian TIK dalam model pembelajaran dengan memanfaatkan komputer sebagai inovasi teknologi pembelajaran. TIK juga merupakan pemodelan simulasi secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar dan literasi komputer siswa.

0 Response to "Sintak Model Blended Learning"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel Link-was-info

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel