Iklan-header

Catatan kecil, sebuah nasehat yang menjadi jimat dari orang tua

sebuah catatan
Ditemani cerita wayang kulit dengan lakon "Bawor dadi ratu" gagrag banyumasan kuketikan Nokia-ku untuk menuliskan ini..
Saat jam menunjukan angka 00.30  teringat Sebuah pesan penuh petuah yg tak mungkin kulupa selamanya, bahasanya ringan, singkat tp penuh makna. Mungkin itulah yang tidak semua orang (khususnya kawula muda) dapat memahaminya, mungkin jika hanya menterjemahkan artinya sangat mudah tapi memahami memang sulit,

apalagi melaksanakanya sungguh sangat sulit. Sebagai seorang yang dilahirkan dan dibesarkan didesa dengan nuansa "kejawen" saat itu saya sangat akrab dengan bahasa-bahasa yang mengandung filosofi jawa, sebuah pesan yang disampaikan mbah/kakek/nenek/eyang saat itu masih sangat melekat di ingatanku, saat itu beliau hanya berpesan "tole... Nek pengin mulyo kudu sing bisa Mangan Longan Turu Longan" "seng kenceng goli cekelan waton", "aja seneng limbean tangan", dst. Sungguh pesan yang begitu sulit untuk dilaksanakan. Saat itu beberapa teman saya hanya tertawa mendegar bahasa-bahasa seperti itu karena memang lucu untuk diartikan.  

Baca : Cerbung, Belum ada judul

Saya yg sedikit mengerti dengan pesan seperti itu hanya bisa terdiam. Bagaimana tidak lucu karena jika diartikan menjadi seperti ini: "Madang Longan, Turu Longan" (Longan = kolong tempat tidur) maka artinya menjadi "makan dan tidur di kolong tempat tidur" :v. "sing kenceng goli cekelan waton" (waton=kayu/bambu bagian pinggiran dipan) jika diartikan menjadi "peganglah kayu/bambau bagian pingggir ranjang yang kuat". 

Wajar jika waktu itu beberapa temanku hanya tertawa mendengar pesan yang jika diterjemahkan memiliki arti seperti itu :v. makna beda dengan arti/terjemahan, makna lebih mengarah ke filosofi yang terkandung dalam sebuah kalimat/ungkapan sedangkan arti/terjemahan hanya kata lain dari sebuah kata/kalimat/ungkapan.  Sungguh kangen rasanya mendapat pesan2 seperti itu apalagi saat-saat seperti ini dimana saya berada di "dunia" yang jauh dari filsuf-filsuf kampung yang sangat hebat itu. 

Baca : Kisah Perjuangan seorang Ibu

Untuk mengobati rasa kangenku kutelusuri "duniaku" dengan mengetikan beberapa kalimat dan kutemukan sebuah "guru" di sabdalangit.com walaupun berbeda dengan "guruku" dimasa itu tapi aliran dan ilmunya sama hanya beda dibahasa saja.

0 Response to "Catatan kecil, sebuah nasehat yang menjadi jimat dari orang tua"

Post a Comment

Recent Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel